Connect with us

Kriminal

Kompak. Kakak Beradik Melakukan Pencurian Berantai di SD Yogyakarta

Published

on

Koransatu.com  –  Teka-teki kasus pencurian berantai yang terjadi di beberapa sekolah dasar (SD) wilayah Kota Yogyakarta akhirnya terungkap. Jajaran Unit Reskrim Polsekta Mergangsan berhasil membongkar tindak kejahatan tersebut yang ternyata dijalankan oleh sindikat kakak beradik. FDS (37) asal Kediri Jawa Timur (Jatim) dan BRS (24) warga Kraton Yogyakarta dicidik petugas di dua lokasi berbeda setelah Polisi mempelajari hasil CCTV yang merekam tindak kejahatan keduanya.

Kapolsekta Mergangsan, Kompol Anang Sutanta mengukapkan penangkapan kedua pelaku berawal dari ditemukannya satu unit sepeda motor Yamaha Mio AB-4506-MG warna biru yang terparkir di kawasan Prawirotaman Yogyakarta. Dalam kamera pengawas yang berada di SD tempat terjadinya kasus pencurian, motor tersebut nampak dipergunakan pelaku saat beraksi.

Setelah disanggong ternyata motor tersebut dikendarai FDS. Petugas segera membuntutinya dan berhasil menangkap tersangka di Jalan Parangtritis.

“Tersangka FDS ini mengakui telah beraksi melakukan tindak pencurian di SD wilayah Mergangsan. Tersangka juga mengungkapkan jika ia beraksi bersama adiknya BRS,” ungkap Anang Sutanta kepada KRJOGJA.com, Rabu (14/02/2018).

Dengan dipimpim Kanit Reskrim Polsekta Mergangsan, Iptu Ahmad Irwan petugas segera memburu BRS dan akhinya berhasil menangkapnya di kawasan Salakan Sewon Bantul. Dari tangan kedua tersangka petugas berhasil mengamankan 1 unit TV 22 inch, 1 DVR CCTV, 5 buah tas laptop, 1 unit motor Yamaha Mio AB-4506-MG dan 1 unit motor Yamaha Vega AB-2029-GS.

Ahmad Irwan menambahkan, saat beraksi sindikat kakak beradik ini berbagi tugas. BRS berperan sebagai pencari lokasi yang akan dijadikan sebagai target sasaran sekaligus berjaga di luar saat operasi dilakukan, sedangkan FDS yang berbadan lebih kurus bertindak sebagai eksekutor.

“Hasil pencurian dijual oleh tersangka BRS secara online dan untuk membeli sepeda motor Mio. Motif sindikat ini melakukan pencurian yakni untuk memenuhi kebutuhan hidup dan besenang-senang,” jelas Ahmad Irwan.

Di hadapan petugas mereka mengaku telah beraksi membobol SD Kintelan dan SD Prawirotaman keduanya di wilayah Mergangsan, SD Minggiran Kecamatan Mantrijeron dan SD di kawasan Gedongtengen. Sindikat ini sengaja memilih SD sebagai lokasi sasaran karena sekolah tingkat ini kebanyakan minim penjagaan dan di dalamnya dipastikan ada barang-barang perangkat komputer yang laku dijual

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Copyright © 2017 Koransatu.com