Connect with us

News

Petugas Evakuasi Masih Usaha Mencari Korban dan Mobil di Longsor Soetta

Published

on

Koransatu.com  –  Petugas gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polri, TNI dan pihak Bandara Soekarno-Hatta dikerahkan setelah menerima laporan tembok ambrol pada pukul 18.00 WIB, Senin (5/1) lalu. Ekskavator dan ambulans disiagakan di lokasi. Sementara itu, akses jalan ditutup selama proses evakuasi tersebut.

Petugas gabungan berhasil mengevakuasi korban dan mobil yang tertimpa reruntuhan longsor di Jalan Perimeter, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Selesainya proses evakuasi mobil itu menandai usaha panjang petugas dalam menangani insiden longsor tersebut.

Hingga pukul 01.35 WIB, Selasa (6/2) kemarin, petugas belum bisa mengevakuasi kedua korban bernama Dyah Ayu Cahyani Putri dan Mukhmainna yang terjebak dalam mobil. Petugas juga mendapat kabar kedua korban masih bisa berkomunikasi sekitar pukul 02.00 WIB.

“Dua-duanya bisa diajak komunikasi, tapi yang bisa dijangkau tangan petugas, Bu Putri,” kata salah seorang petugas kepada keluarga kedua korban, Selasa (6/2).

Setelah itu, petugas berhasil mengangkat salah seorang korban, Putri, pada pukul 03.08 WIB. Putri langsung dibawa ke RSUD Tangerang. Sementara Mukhmainna masih belum dievakuasi sebab posisi kakinya terjepit.

“Kaki Mukhmainah terjepit, kepala sudah mepet dengan badan mobil,” kata Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Kabasarnas, Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi saat dihubungi detikcom, Selasa (6/2).

Saat itu, Mukhmainna disebut masih bisa berkomunikasi dengan petugas. Evakuasi menurut Syaugi cukup sulit karena kondisi ruang gerak sempit.

Mukhmainna akhirnya berhasil dievakuasi petugas dari longsoran pukul 07.05 WIB. Saat terjepit di dalam mobil yang tertimpa beton, Mukhmainah selalu diberi minuman oleh personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Sementara itu, Putri yang sebelumnya telah dibawa ke RSUD Tangerang dirujuk ke RS Mayapada Tangerang. Putri sempat dirawat di Instalasi Gawat Darurat namun nyawanya tak tertolong. Putri meninggal dunia pukul 06.43 WIB, Selasa (6/2) kemarin.

“Atas nama Dianti Dyah Ayu Putri, benar meninggal tadi 06.43 WIB,” kata salah satu tugas IGD RS Mayapada, Dani, saat dihubungi detikcom.

Di lokasi longsor, petugas gabungan terus melakukan evakuasi. Polisi juga memasang garis polisi dan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Proses olah TKP setelah evakuasi kami akan laksanakan. Terlihat kami police line dari pihak kepolisian,” kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Akhmad Yusep Gunawan, kepada wartawan di lokasi, Selasa (6/2) pagi.

Empat unit ekskavator dikerahkan ke lokasi tembok ambrol di underpass Jalan Perimeter Selatan, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Alat berat ini dikerahkan untuk mengeluarkan mobil yang masih tertimbun.

Proses evakuasi mobil baru selesai sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah itu, petugas membersihkan sisa-sisa material longsor.

“Ya mobil sudah dievakuasi,” kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Akhmad Yusep Gunawan, saat dimintai konfirmasi, Selasa (6/2) malam.

Polisi saat ini masih menyelidiki ada-tidaknya unsur pidana terkait ambrolnya tembok tersebut. Polisi juga telah meminta keterangan kepada kontraktor yang membangun underpass jalur kereta di perimeter Bandara Soekarno-Hatta.

“Kita telah mengambil keterangan dari pihak-pihak terkait, baik masyarakat setempat maupun pihak pengembang konstruksi, yaitu PT Waskita dan PT KAI. Pihak avsec pun kita ambil keterangan untuk menguatkan tentang situasi yang terjadi,” kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Akhmad Yusep Gunawan di lokasi longsor Bandara Soetta, Selasa (6/2).

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Trending

Copyright © 2017 Koransatu.com