Connect with us

Traveler

Selain Menegangkan, Wisata Alam Kalibiru Juga Sangat Instagramable

Published

on

Koransatu.com – Bila Anda hobi narsis, baiknya langkahkan kaki ke wisata alam Kalibiru. Destinasinya sangat Instagramable. Sangat fotogenik.

Yang ingin ke sana, silakan langkahkan kaki ke perbukitan Menoreh di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Dari puncaknya, Anda dapat melihat pemandangan perbukitan di Bukit Menoreh.

Anda sekaligus dapat melihat Waduk Sermo dari atas bukit.Jika cuaca cerah, nampak di kejauhan putihnya ombak pantai selatan. Suhu udaranya dijamin sangat sejuk.

“Dari puncaknya, jika melihat ke arah timur terlihat hamparan dataran luas hingga nan jauh ke timur. Jika menginap, pengunjung juga bisa melihat sunrise dari puncaknya,” ujar salah seorang pengelolaKalibiru, Sudadi, Sabtu (30/12).

Untuk wisatawan yang ingin seru-seruan mengasah adrenalin, ada sarana outbond yang bisa digunakan Bila lupa waktu, ada juga fasilitas
menginap seperti pendopo, homestay, dan juga camping ground.

Fasilitas homestay totalnya berjumlah 6 Daya tampung keseluruhannya 10-15 orang.

Harganya? Dijamin murah Dengan bujet Rp 120.000 permalam, Anda sudah bisa menikmati homestay dengan panorama keren.

“Area parkirnya juga luas. Pengunjung juga tidak perlu cemaskehabisan perbekalan makanan, karena banyak kios makanan,” tutur
Sudadi.

Jika ingin berburu foto di Kalibiru, Anda cukup membayar Rp 10.000. Ada beberapa gardu pandang berbentuk rumah pohon untuk berselfie ria.Atau sekadar menikmati pemandangan matahari terbenam dan berburu foto sunset yang keren.

“Banyak anak muda yang ingin mengabadikan momen di sini. Mereka doyan sekali foto-fotoan dan langsung diunggah di medsosnya masing-masing,”ungkap Sudadi.

Wisata kulinernya juga sangat oke. Ada banyak penjual makanan enak yang mudah ditemui. Mulai dari makanan ringan maupun makanan berat.

“Di dekat gerbang masuk utama Kalibiru juga ada warung yang serupa dengan cafe. Ada juga warung lesehan dengan harga yang terjangkau.Menu makanannya pun sangat beragam,” paparnya.

Yang gemar memacu adrenaline, ada fasilitas outbond yang menegangkan Kalibiru juga memiliki flying fox yang bisa dicoba oleh semua kalangan.

Tarifnya juga murah Harga yang dipatok Rp 5.000 untuk anak-anak dan Rp 10.000 untuk dewasa.

“Namun flying fox ini hanya bisa digunakan pada hari Minggu saja mulai jam 8 pagi hingga jam 4 sore. Jika ingin mencoba flying fox, datang saja pada hari Minggu,” kata Sudadi.

Selain flying fox ada juga sarana outbond berupa jembatan monyet. Jembatan monyet ini adalah sebuah jembatan gantung yang terhubung daripohon yang satu ke pohon yang lain. Jembatan monyet ini juga menjadi spot foto paling favorit.

Bahan yang digunakan adalah papan-papan kayu dengan tali-temali. Dari atas jembatan, pemandangan Waduk Sermo juga bisa terlihat dengansangat keren. Untuk yang takut ketinggian, tidak usah cemas karena sudah ada penjaga yang bisa memasangkan tali pengaman.

Penggemar trekking atau jelajah alam juga ikut dimanjakan. Ada beberapa rute dan medan perjalanan yang bisa ditempuh. Wisatawan bebas memilih pada trek mana mereka akan berjalan.

“Ada trek yang berjarak hanya 1,5 km, 3 km, 5 km, hingga 7 km. Untukbisa melihat pemandangan Waduk Sermo dari jarak dekat harus ambil trek 7 km,” jelasnya.

Sudadi menambahkan, Kalibiru bukan hanya favorit turis lokal, Kalibirujuga menjadi incaran wisman. Setiap hari, banyak sekali turis asing yang datang untuk mencoba outbond, trekking atau hanya sekadar foto saja.

“Setiap hari pengunjungnya 40 persen dari luar negeri. Biasanya mereka datang rombongan. Ada yang cuma foto-foto, ada yang mencoba semuafasilitas,” tambahnya.

Menpar Arief Yahya langsung melayangkan emoji tiga jempol atas kreativitas yang diperlihatkan Kalibiru.

“Wisatanya menawarkan semua kebutuhan digital. Dan pengunjung bisa mendapatkan foto atau selfie yang jika dilihat di media sosial, lebih indah dari aslinya,” katanya.

Pola wisata tersebut, lanjut dia, sangat pas dengan gaya kekinian. Danhal ini sudah mengakomodir kebutuhan pengakuan kaum milenial, semakin diakui, maka semakin puas.

“Ini memenuhi kebutuhan akan pengakuan atau ‘esteem’. Kids Zaman Now 70 persen eksis di dunia maya, dunia digital. Media pun sebagai saluran menuju ke sana,” ucapnya. (*)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Copyright © 2017 Koransatu.com